Belajar digital content marketing: Apa itu content marketing?

furrowthroughtheyears

Bulan Juni 2016, saya berkesempatan mengikuti training yang diselenggarakan oleh Click Academy Asia tentang digital content marketing di Kuala Lumpur. Ini adalah pertama kalinya saya berkenalan dengan digital marketing, dan ternyata ilmu ini sangat berguna bagi saya. Mudah-mudahan juga sharing ini bisa bermanfaat meskipun saya newbi dan sok-sokan jadi expert, eheheh.

Dalam training selama tiga hari tersebut, mula-mula kami diperkenalkan tentang content marketing. Apa sih sebenarnya content marketing itu?

Nah, si mentor menceritakan awal mula si content marketing ini. Adalah bukan hal yang baru di pemasaran, dan sudah ada sejak tahun 1800-an.

Tepatnya adalah 1895, John Deere mulai mempublikasikan sebuah majalah untuk petani berjudul The Furrow. Majalah tersebut berisikan tentang tips seputar pertanian, cara bertani yang baik, dan juga entrepreneurship. Tentunya majalah ini ditargetkan bagi para petani.

John Deere adalah pionir dalam content marketing, tapi apakah dia yang pertama? Menurut Arnie Kuenn, pada 4200 BC adalah lukisan di gua yang jika ditranslasi menjadi: “enam cara tombak dapat menyelamatkanmu dari babi hutan.” Jelas sekali jika para manusia gua ini bisa menargetkan audiensnya dengan tepat, di waktu dan tempat yang tepat pula.

Setelah John Deere, muncullah content marketing yang dibuat oleh Michelin dengan buku panduan merawat mobil, Jell-O dengan buku resepnya, hingga P & G yang memperkenalkan term “opera sabun” pertama kali melalui radio.

Lalu, ngapain sih capek-capek membuat majalah, buku panduan, atau cerita radio kalau isinya sama sekali tidak menjual produknya?

Ini adalah formulanya:

Engagement formula_fian.me.jpg

Seperti dalam formula di atas, bahwa membangun konten adalah penting karena berdampak ke target kita atau customer kita. Karena konten bertujuan untuk memperoleh kepercayaan dari target kita yang ultimate goalnya adalah brand impact. Tentunya secara tidak langsung akan meningkatkan brand awareness, misalnya perusahaan ya akan meningkatkan sales.

Misalnya kalau kita lihat iklan itu isinya jualan melulu, pasti bosan dan tidak menarik kan ya? Maka dari itu diperlukan konten yang tidak melulu soal selling atau direct selling supaya target kita merasa nyaman dan tidak dibebani dengan konten promosi.

Dalam content marketing hal yang paling utama adalah the art of communicating, membangun kedekatan emosional, dan membangun pola relasi yang baik dengan target.

Relasi ini bisa adalah hasil dari konten yang baik. Konten yang bisa menjawab pertanyaan target audience, membantu keseharian mereka. Hal sederhana membantu target audience membangun mood yang bagus. Misalnya konten tersebut berupa meme atau komik yang lucu. Itu saja sudah cukup dan target akan menunggu lagi konten kita.

Selain meme atau komik, apa lagi yang bisa dibuat sebagai content marketing? Ada banyak sekali, sebut saja: studi kasus, kompetisi, games dan mobile apps, foto, majalah, presentasi, press release, kuis, survey, video, webinar, e-book, e-learning, event, dan masih banyak yang lain tergantung goal dan target audiencenya siapa.

Nah untuk membuat konten marketing, siapa target kita, untuk apa, bagaimana, diperlukan mission statement yang jelas supaya konten kita tepat sasaran. Jangan sampai mau bikin target ke ibu menyusui eh tapi kontennya tentang berkebun, kan nggak nyambung ye kan?

Nah ini nih rumus bikin mission statementnya:

  • Prioritas targetnya siapa? Emak-emak? Bapak-bapak? Anak-anak? Remaja? Hijaber? Parpol? Yang perlu diingat adalah kita tidak bisa menargetkan untuk audiens di seluruh dunia, musti dipilih.
  • Apa yang akan disampaikan? Tipe informasinya? Misalnya apakah itu how-to guidance, expert experience, dan sebagainya.
  • Apa yang diharapkan dari audience setelah mereka membaca konten kita. Kita mau mereka seperti apa?

Nah ini contoh mission statement yang cakep:

cmo_mission-statement_fian-me

Ini diambil dari website cmo.com untuk brandingnya Adobe Photoshop. Di situ tertulis jelas bahwa website tersebut diperuntukkan bagi CMO, senior marketers and teams. Buat apa? Buat menginspirasi. Tipe informasi? Interview, advise dari, help, how-to guidance, news, data penelitian.

Mission statement ini yang akan lebih membuat kita fokus sehingga konten nggak melebar ke mana-mana.

Mudah-mudahan agak jelas yang tentang apa itu content marketing. Lalu, konten seperti apa sih yang paling efektif? Ditunggu yah di part selanjutnya. Belajar dulu  🙂

Terima kasih banyak-banyak sudah mampir membaca!

Salam cihui,

Fian

One Reply to “Belajar digital content marketing: Apa itu content marketing?”

  1. […] Untuk sementara ini yang paling banyak menarik minat para member adalah dengan mengadakan lomba berbasis online. Selain meningkatkan traffic website, juga meningkatkan tingkat kepercayaan audiens terhadap kita. […]

Leave a Reply