Mbak, ada tanaman indoor?

Anthurium moonenii ukuran sedang

Sejak menjalankan Wit Wikan setahun belakangan ini, hal yang paling sering ditanyakan adalah: “Mbak, ada tanaman (hias) indoor?”

Baiklah. Jawaban saya pun akhirnya seperti polisi sedang interogasi, sebab…

Ketika tinggal di rumah kontrakan satu petak, hanya ada jendela depan sebagai cahaya alami, itu pun tidak maksimal karena rumah menghadap ke selatan. Wit Wikan lahir di situ. Segala macam tanaman hias hits saya masukkan ke dalam rumah kontrakan dengan cahaya minim itu. Hasilnya? Tentu saja nggak selamat: daun kuning, dan bahkan banyak yang busuk.

Akhirnya tanaman saya taruh di teras, yang lebih banyak cahaya. Dan tanaman yang cepat kuning pun ‘sembuh’. Yang busuk, lumayan lah, tapi nggak maksimal juga karena teras tertutup rumah depan.

Pertengahan 2017 lalu, kami pun diberi rejeki untuk pindah ke rumah yang lebih besar. Meski pencahayaan tidak begitu maksimal, tapi ada beberapa spot di rumah yang bisa menjadi lokasi yang baik untuk tanaman tetap tumbuh. Di ruang 2×3 itu, Paksu mengganti atap genteng dengan clear fiber.

Atap clear untuk pencahayaan alami
Atap clear untuk pencahayaan alami

Di situlah, beberapa tanaman Wit Wikan saya letakkan. Sekalian testing tanaman mana saja yang sanggup di dalam ruangan tanpa harus keluar masukkan untuk dijemur matahari. Selain itu juga, boyok Hayati sudah encok kalo musti keluar masukin tanaman tiap hari.

So, kalau ada pertanyaan seperti di atas, maka saya akan bertanya kembali:

– Bagaimana pencahayaan alami dan sirkulasi udara di rumah, ibu/bapak/mas/kakak?

Jika dua hal itu tidak jadi kendala, maka bisa masukkan tanaman dalam rumah sesuka hati. Mau kaktus, philodendron, pothos, dsb. Yuk mari.

Tapi bagaimana dengan rumah dengan cahaya minim dan sirkulasi udara tidak ada?

Hmm, saya sendiri tidak percaya diri memberi rekomendasi. Yang bisa dilakukan adalah testing seperti yang saya lakukan. Kalau tanaman betah, biasanya sudah tampak semingguan. Kalau daun dalam waktu seminggu sudah menguning, berarti tanaman sudah harus dipindahkan ke ruang yang lebih banyak cahayanya.

Paling gampang dan murah itu testing dengan menggunakan Peace lily (Spathiphyllum) atau janda bolong alias Monstera adansonii. Biasanya dalam dua atau tiga hari, kalau ruangan kurang cahaya mereka paling cepat kuningnya, dan paling cepat recovery juga kalau sudah dapat cahaya yang cukup. Recovery di sini bukan dari yang kuning kembali ke hijau, tapi ada tunas baru yang muncul.

Nah, ini beberapa tanaman yang lolos testing di ruangan saya:

1. Monstera deliciosa

Monstera deliciosa
Monstera deliciosa

Meskin nggak secepat bertunas seperti jika diletakkan di luar rumah, tapi Monstera deliciosa ini cukup tahan banting di lokasi ini. Nggak pernah bergeser sejak pindah di sini September 2017. Disiram seminggu sekali, atau lihat kondisi media bagian atas, jika mulai kering baru disiram.

2. Anthurium moonenii

Anthurium moonenii ukuran sedang
Anthurium moonenii ukuran sedang

Bandel, iya banget. Bahkan lokasi bisa agak sedikit teduh. Di sini awet dan bertunas terus. Siramnya 2-3 kali seminggu atau jika media sudah mulai kering.

3. Banana Dwarf

Biasa disebut juga pisang Brazil
Biasa disebut juga pisang Brazil

Pernah suatu ketika, customer taruh si pisang mungil ini di teras yang terkena panas matahari. Walhasil gosong kayak kulit lemper. Dia oke di tempat teduh dan berangin. Di sini kusiram setiap hari.

Pisang Brazil ini bisa mencapai tinggi sekitar 1 meter jika di tanam di tanah. Bisa berbuah nggak? Bisa, kata pak tani. Saya sendiri belum pernah lihat sendiri. Buahnya mungil sesuai pohonnya. Let see apakah saya berhasil membuat dia berbuah atau tidak.

4. Calathea lancifolia atau Rattle Snake

Calathea lancifolia difoto saat sedang tidur. Kalau bangun dia mekar daunnya.
Calathea lancifolia difoto saat sedang tidur. Kalau bangun dia mekar daunnya.

Si doi ini paling betah di dalam ruangan dan anti rewel. Sebenarnya bakalan sering bertunas jika ditaruh di luar dan lebih banyak angin. Tapi karena ditaruh di dalam ruang terus, jadi baru bertunas dua kali. Doi merasakan tinggal di rumah kontrakan juga, dan survive. Disiram kalau media atasnya mau kering.

5. Cercestis mirabilis

cercestis mirabilis

Suka banget sama tekstur daunnya. Kirain nggak betah di dalam ruangan, ternyata betah banget! Lolos deh jadi tanaman indoor. Di sini sejak November 2017 dan mulai keluar anakan baru. Siram tiap hari oke juga.

Sebenarnya masih ada banyak tanaman lain. Saya sedang perhatikan tingkah mereka di indoor terlebih dahulu. Nanti saya share di post berikutnya.

Selamat mencoba dan membuat #HutandiRumah 🙂

sign_fian

4 Replies to “Mbak, ada tanaman indoor?”

  1. Itu pisang brazilnya bisa tumbuh besar atau hanya segitu gitu aja ya mbak?

    1. Thanks sudah mampir, bu. Saya jadi update tulisannya, hehehe. Pisang Brazil bisa tinggi sekitar 1 meter jika ditanam di tanah, dan bisa berbuah 🙂 Lucu ya.

  2. wah senang nanam tanaman rupanya ya, aku malah suamiku yg suka nanam

    1. Waaah senangnya, penuh hejo-hejo juga di rumah ya bu 🙂

Leave a Reply