4 Januari 2014

Akhirnya! Ini adalah awal baru keluarga kecil kami. Setelah diskusi dan pemikiran yang panjang, dengan drama di sana-sini, kami berdua akhirnya berani mengambil keputusan ini: MENIKAH!

Banyak yang mengira kami menikah di Bali. Foto itu sungguh-sungguh menipu. Kami menikah di Bogor, tepatnya di rumah kakaknya Ketut.

Ngomong-ngomong soal Bali, saya sendiri sih bukan asli Bali. Saya campuran Jogja dan Cirebon. Ibu mertua saya sih Jogja, tapi bapak mertua saya Bali. Dan suami kebetulan lahir dan besar di Bali. Hanya saja kemudian sejak kuliah dia di Jogja, kota di mana kami dipertemukan Tuhan.

Satu kampus? Nggak sih, tetangga kampus tepatnya. Satu pekerjaan? Nggak juga sih. Ketut sih ngakunya melihat saya waktu dia sedang bekerja di salah satu LSM, yang ikutan acara dan di situ saya datang sebagai repoter yang meliput acara tersebut. Lalu beberapa tahun kemudian baru kami bertemu kembali. Kebetulan sahabat saya satu pekerjaan dengan saya (ketika itu saya sudah tidak jadi wartawan lagi), nah Ketut ini ternyata sahabatnya sahabat saya, yang ternyata saya acuhkan. Soalnya waktu itu dia punya pacar dan saya juga punya pacar. Hehehe…

Lalu bagaimana saya dan dia bisa saling bertemu lagi dan jatuh cinta? Jawaban saya: bisikan Tuhan! Entah datang darimana. Ketika saya sering bolak balik Jogja dari negeri antah berantah, dan saat saya landing kembali di Jogja, mata saya yang silinder seperempat ini seperti melihat bayangan Ketut, yang pernah dikenalkan sahabat saya itu.

Lalu entah bagaimana, banyak pertemuan ajaib kami terjadi…

Eniwei, dan 4 Januari 2014 baru semuanya benar-benar dimulai. Semoga kebahagiaan kami menular ke semua orang ya 🙂

Selamat datang di keluarga kecil kami.

Cheers

Leave a Reply