Belajar digital content marketing #2: Web audit, engagement, dan sedikit ‘human truth’

surat digital content marketing dari fian kuala lumpur

Dear Fian – yang tercinta saya sendiri.

Itu adalah kalimat pertama dari surat bertanggal 24 Juni 2014 yang saya tulis di Kuala Lumpur.Β Tiga bulan berselang setelah saya mengikuti training Digital Content Marketing yang diadakan oleh Click Academy Asia. Dan hari ini saya menerimanya di kantor saya.

Surat itu ditulis sedemikian jeleknya, mengalah-ngalahi tulisan dokter. Maklum lah ya, karena sudah tidak pernah lagi menulis pakai pulpen atau pensil, sekarang mah jamannya ngetik. Dikit-dikit diketik, diposting, disharing. Udah gitu aja sampai nggak pernah nulis pakai pulpen atau pensil.

Ada tiga poin yang saya tulis di surat itu yang menjadi salah tiga peer diantara banyak pe-er yang lain di pekerjaan saya saat ini:

Continue reading “Belajar digital content marketing #2: Web audit, engagement, dan sedikit ‘human truth’”

Belajar digital content marketing #1: Apa itu content marketing?

FurrowThroughTheYears.jpg
Majalah The Furrow terbitan John Deer. Credit: Onespot.com

Bulan Juni 2016, saya berkesempatan mengikuti training yang diselenggarakan oleh Click Academy Asia tentang digital content marketing di Kuala Lumpur. Ini adalah pertama kalinya saya berkenalan dengan digital marketing, dan ternyata ilmu ini sangat berguna bagi saya. Mudah-mudahan juga sharing ini bisa bermanfaat meskipun saya newbi dan sok-sokan jadi expert, eheheh.

Dalam training selama tiga hari tersebut, mula-mula kami diperkenalkan tentang content marketing. Apa sih sebenarnyaΒ content marketing itu?

Continue reading “Belajar digital content marketing #1: Apa itu content marketing?”

Kolam renang di sekitar Ragunan

Si Wikan dari bayi suka banget sama air. Malahan dulu pernah sampai ketiduran pas dimandiin di embernya.

Jadilah saya punya obsesi kalau Wikan harus bisa berenang – tapi sampai sekarang belum bisa wkwkwk. Jadi saya pun searching sana sini di mana Wikan bisa belajar berenang (baca: main air).

Kami tinggal di seputaran Ragunan. Jadi kami tidak ingin lokasi yang jauh dari Ragunan. Susah ya bok, orang Jogja itu. Di Jogja kan ke mana-mana dekat, jadi waktu tinggal di Jakarta ya malas kalau sudah keluar Jakarta SelatanπŸ˜€

Untungnya di seputaran Ragunan cukup banyak kolam renang. Ini beberapa kolam yang pernah dicoba oleh Wikan:

Continue reading “Kolam renang di sekitar Ragunan”

Ketika pabrik ASI Wikan harus traveling Jakarta-Bangkok

pengalaman-membawa-asip-dari-luar-negeri_wikan_ibudanbaju-com
Sementara fotomu dulu ya, Wikan.

Sejak Wikan lahir, saya tidak pernah meninggalkannya seharipun. Bahkan saya menganggur sembilan bulan agar Wikan mendapat ASI ekslusif.

Ketika Wikan 15 bulan, inilah pertama kalinya saya tidak tidur bersamanya, demi mengemban tugas ke Bangkok.

Panik? Jelas. Wikan belum pernah saya tinggal. Bagaimana nanti kalau Wikan tidak bisa tidur? Waktu saya pergi me time sebentar saja Wikan sudah menangis tak berhenti diasuh bapaknya. Kan gawat karena tidak mungkin bolak balik seharian.

Dan yang paling bikin gusar adalah, bagaimana pumpingnya nanti? Bagaimana membawa ASIPnya ke Jakarta nanti?

Continue reading “Ketika pabrik ASI Wikan harus traveling Jakarta-Bangkok”

Happy pumping with Spectra 9s

20150124_133033

Awalnya saya nggak tertarik menggunakan pompa asi elektrik, karena saya pikir pompa manual sudah bisa menyelesaikan semuanya. Tapi pakai Spectra 9 plus, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

BP itu cocok-cocokan dan nggak bisa dipaksakan. Begitu kata teman saya yang berpengalaman menggunakan berbagai macam BP. Saya sendiri masih newbi, coba-coba, karena saya pasti akan butuh BP jika mulai dapat pekerjaan baru nanti. Rencananya usia Wikan 6 bulan, saya baru cari pekerjaan lagi. Biar Wikan lulus dulu ASIX-nya. Mudah-mudahan pun bisa segera bekerja, karena saya kangen ada kertas menumpuk di atas meja saya. Loh malah jadi curhat.

Tapi berhubung harus tahu teknik perah memerah, Wikan usia 2 bulan saya pun mulai belajar memerah. Saya dilungsur BP manual model piston dari Medela. BP ini lumayan membantu, tetapi entah mengapa kalau memerah PD kanan saya, hasilnya sedikit (mentok 20ml) meski sudah LDR (let down reflex). Saya coba lagi pakai model manual punya Dr. Brown’s, hasilnya PD kanan saya tidak berhasil terperah meski sudah LDR. Continue reading “Happy pumping with Spectra 9s”

Menyusui, Awal Mula

Selama hamil, salah satu hal yang paling saya takutkan adalah tidak bisa memberikan ASI untuk bayi saya. Mengapa saya khawatir? Karena payudara (PD) saya kecil, bahkan ketika hamil pun tak tampak membesar. Saya jadi tambah khawatir ketika teman saya yang juga sedang hamil mulai keluar air susunya pada usia kehamilan 7 bulan. Saya jadi sedih sekali.

Kekhawatiran saya mulai berkurang ketika saya mendapat dukungan dari teman busui yang juga memiliki PD kecil dan dia bisa menyusui bayinya lebih dari cukup. Ditambah, ketika hamil usia 9 bulan, air susu pun mulai keluar dari puting saya ketika puting saya pencet. Senangnya bukan main!

Niat saya untuk menyusui eksklusif (sukur-sukur bisa menyusui sampai 2 tahun atau lebih) bertambah kuat. Ya, karena saya ingin yang terbaik untuk anak saya.

Namun, menyusui rupanya tak semudah yang saya bayangkan. Mungkin ibu-ibu lain juga pernah mengalaminya. Setetes air susu bagi saya sangat berarti. Di awal-awal kelahiran Wikan, air susu yang saya hasilkan sangat sedikit. Saya sempat down ketika Mama saya mengatakan bahwa dulu air susunya sampai muncrat-muncrat. Tapi saya tidak. Continue reading “Menyusui, Awal Mula”

Akhirnya Oven Tahun Ini!

Sewaktu di sekolah dasar, saya ikut mata pelajaran keterampilan. Saya suka sekali pelajaran ini karena diajarkan bermacam-macam dan nggak perlu mikir lama soal perkalian dan pembagian.

Salah satu pelajaran keterampilan yang saya suka adalah pelajaran memasak. Ketika dibagi tugas memasak, kelompok saya memutuskan memasak kue bolu. Semua perangkat membuat kue dari dapur Mama saya dibawa ke sekolah. SD saya dulu hanya berjarak tiga rumah saja, jadi nggak repot bawa baskom, mixer, oven, dan pernak penik memasak lainnya.

Kelompok kami membuat kue bolu terlezat. Meski agak gosong, tapi bolunya tidak bantat, lembut, dan rasa manisnya pas. Bolu kami langsung laris. Saya sangat senang sekali waktu itu, karena ternyata saya bisa masak kue bolu.

Resep bolu saya tanya Mama saya yang memang suka masak macam-macam kue. Kalau Hari Raya, saya suka membantu (baca: merecoki )Mama saya, kadang bantu pegang mixer (nggak punya mixer yang ada dudukannya, jadi harus dipegang), nge-mix-in semua bahan. Dan yang paling saya suka adalah menjilat sisa adonan kue dari baskom. Jorok tapi enak wek. Jadi mungkin dari situlah tanpa saya sadari bisa membuat kue bolu. Continue reading “Akhirnya Oven Tahun Ini!”

Anak Perempuan Berpengetahuan dan Pencipta Perdamaian

Tanaya Wikan Shamita. Berarti anak perempuan (tanaya) berpengetahuan (wikan) dan pencipta perdamaian (shamita). Begitu kami sepakat memberi Bumbum nama itu. Nama itu kami ambil dari Bahasa Jawa Kuna dan Hindi.

Sejak Bumbum dalam perut, Ketut dan saya sangat ingin punya anak perempuan yang kemudian kami panggil Wikan. Kami suka nama itu. Dan diperkuat ketika main ke rumah mantan bos saya. Mereka baru saja punya bayi dan dengan bangga mengeluarkan Kamus Jawa Kuna karya PJ Zoetmulder dan SO Robson, karena nama anak mereka didapat dari sana. Saya yang memang ingin menamai anak saya dengan nama Jawa langsung saja mencari tahu makna kata β€œwikan” (di kamus dapat dilihat di wihikan).

20150107_230830

Continue reading “Anak Perempuan Berpengetahuan dan Pencipta Perdamaian”

Pengalaman Melahirkan di RSIA Andhika

20150102_002656

Hello Buibu. Bagi yang penasaran pengalaman melahirkan di RSIA Andhika, Jagakarsa, berikut ini pengalaman saya melahirkan di sana.

Rabu, 22 Oktober, saya mulai mules-mules. Sudah dipesani Dokter Tagor berkali-kali kalau sudah mules-mules jangan khawatir dan panik karena masih panjang waktu persalinannya, bahkan kalau mau melahirkan di Papua pun bisa. Iya keleus, tapi ditolak sama penerbangan pastinya.

Maghrib saya cek saya sudah flek. Saya dan suami pun langsung ke Andhika. Perjalanan dari Ragunan ke Andhika lancar jaya, yang biasanya minta ampun macetnya karena pas jam orang pulang kantor. Di Andhika saya langsung dicek sama bidan, baru pembukaan satu setengah. Saya disuruh memilih: pulang atau stay. Saya pilih stay. Bok, di sini selalu penuh ruangan kelas satu sampai VIP. Jadi waktu itu tinggal satu ruangan kelas satu, langsung saja kami booking. Continue reading “Pengalaman Melahirkan di RSIA Andhika”