Welcome Bumbum!

20141113_181916

Kebahagiaan kami bertambah dengan akan adanya satu anggota keluarga. Selamat datang, nak! Kami bersyukur kami tak lama menantikanmu, tepat sehari sebelum kami berangkat untuk late honeymoon ke Vietnam.

Ibu pastikan berkali-kali kalau kita semua bisa berangkat, karena kamu masih sangat kecil sekali. Dokter bilang boleh asal tidak terlalu capek.

Jadilah kita semua berangkat keesokan harinya. I was so excited! Karena akhirnya Ibu tidak traveling sendirian lagi.

Ibu suka sekali Vietnam karena banyak makanan enak dan murah. Jadi Ibu pilihkan honeymoon kami ke sini. Oh iya, tiket kita ke sini disubsidi Bude Ayu, jadi uang jalan-jalannya bisa kita pakai makan-makan sepuasnya 😀

Dasar tiket murah, jadi kita harus transit dulu di Changi, agak lama dan untungnya bandara ini nggak membosankan. Ibu udah cukup capek jalan ke sana ke sini trus ke terminal, cuma karena bawaannya seneng jadi capeknya nggak terasa. Selama perjalanan Ibu pegangin perut Ibu terus, biar kamu nyaman. Lebay biarin deh, hehe.

Akhirnya pesawat ke Ho Chi Minh akan terbang juga. Sebenarnya ini adalah penderitaan buat Bapakmu, karena tiap kali naik pesawat telinganya sakit. Dan ini pakai transit pula, jadi sakitnya double deh.

Kita sampai di Ho Chi Minhnya malam. Rencananya kita langsung ke kota trus cari bus ke Da Lat, karena memang ke situ tujuan kita. Tapi rencana harus berubah dan menunda keberangkatan ke Da Lat, atau tidak sama sekali. Karena sewaktu turun dari pesawat, Ibu flek. Hiks. Ibu panik banget, takut kamu kenapa-kenapa. Keluar imigrasi kami langsung tanya-tanya apakah ada rumah sakit terdekat. Setelah menukar uang Dong, langsunglah kami ke rumah sakit. Nama rumah sakitnya Benh Vien Phu San Mekong, rumah sakit ibu dan anak di sana.

Ibu langsung disuruh ke UGD, tentu saja dengan bahasa planet, dan dipertemukan oleh dokter (yang juga nggak bisa bahasa Inggris, jadi semuanya dilakukan dengan bahasa Tarzan). Dokter bilang ada pendarahan sedikit. Lalu dia menjelaskan sesuatu yang Ibu nggak ngerti sama sekali, yang ternyata adalah dia menyuruh Ibu untuk USG. Hahaha… Ampun deh, disaat panik masih ada aja yang bikin Ibu ketawa.

Lalu Ibu pun antri untuk USG. Setelah giliran Ibu, obgynnya membuat Ibu sungguh lega ketika dia memperdengarkan bunyi jantungmu.

She said, “Bum bum, bum bum.” Kalimat yang menunjukkan bunyi detak jantungmu, dan bahwa kamu masih ada di sana. Kata-kata ini dia ucapkan karena dia bingung menjelaskan dengan bahasa Inggris. Heheh.

Oh! Selamat datang Bumbum, si jantung hatiku. Yes, kami menamaimu Bumbum. Semoga sehat terus ya, Nak, dalam perut Ibu. Sampai jumpa di dunia :*

DSC_0228_1.JPG
You’ve been here, Bumbum.

Ps. Kami pun bisa honeymoon dengan lega. Tetapi karena kamu masih kecil, membuat Ibu jadi mual-mual, sehingga makanan Vietnam jadi kurang nikmat rasanya. But your Bapak was so enjoying the food! We’ll be there again kalo kamu udah keluar ya. Doakan kami ada rejeki. Amin.

Cium Ibu.

 

Leave a Reply