Web audit, engagement, dan sedikit ‘human truth’

surat-digital-content-marketing-dari-fian_kuala-lumpur

Dear Fian – yang tercinta saya sendiri.

Itu adalah kalimat pertama dari surat bertanggal 24 Juni 2014 yang saya tulis di Kuala Lumpur. Tiga bulan berselang setelah saya mengikuti training Digital Content Marketing yang diadakan oleh Click Academy Asia. Dan hari ini saya menerimanya di kantor saya.

Surat itu ditulis sedemikian jeleknya, mengalah-ngalahi tulisan dokter. Maklum lah ya, karena sudah tidak pernah lagi menulis pakai pulpen atau pensil, sekarang mah jamannya ngetik. Dikit-dikit diketik, diposting, disharing. Udah gitu aja sampai nggak pernah nulis pakai pulpen atau pensil.

Ada tiga poin yang saya tulis di surat itu yang menjadi salah tiga peer diantara banyak pe-er yang lain di pekerjaan saya saat ini:

  • Mengaudit website dan melakukan optimasi SEO
  • Engagement jangka panjang dengan member ACCCRN
  • (Yang ini masih wondering) membuat “human truth” video dengan tema urban climate change resilience.

Sepele kayaknya. Iya, tampak sepele karena ‘cuma’ mainan website dan social media. Tapi ternyata banyak sekali pekerjaannya yang consuming time, dan membutuhkan waktu yang lebih lama juga untuk melihat dampaknya.

Website audit

Oh no! Setelah diaudit, pe-ernya tambah banyak ­čśÇ

Mengapa perlu website audit? Kalau web designer akan mempercantik tampilan website, maka dengan kita mengaudit web, kita bisa tahu apa yang bisa dilakukan untuk mempercantik website kita di search engine. Iyes, supaya website kita nggak dapat ranking bontot waktu ada orang mencari kata kunci yang berhubungan dengan website kita di Google.

Saya sendiri sih biasanya sudah desperate mencari sesuatu kalau udah sampai nomor bontot, biasanya saya mentok di halaman tiga sampai lima, selebihnya close atau cari keyword baru.

Ini beberapa website audit yang bisa digunakan: Seo Sitecheckup, Screaming Frog, Mysiteauditor, dan beberapa lainnya. Saya sendiri sih pakai Seo Sitecheckup menurut saya sudah cukup, kalau mau lengkap pakai Screaming Frog juga ok. Psstt, di sini kita bisa juga tahu loh kelemahan web kompetitor kita di mana.

Lalu apa saja yang perlu dilihat di auditor, terutama untuk blogger nih, karena kalau perusahaan sih udah punya web master sendiri, eheheh.

Lihat keyword untuk dapat dianalisa atau keyword apa yang bisa ditambahkan untuk target audiens kita. Misalnya untuk ke depan saya menarget orang-orang yang tertarik dengan perubahan iklim di perkotaan, maka saya akan mengambil keyword: perubahan iklim, kota, dll. Jangan lupa juga sesuaikan dengan bahasa yang digunakan, misalnya webnya bahasa Inggris ya keyword mestinya bahasa Inggris.

Lihat broken link. Beberapa waktu lalu saya menemukan beberapa link yang rusak karena si produk pindah website. Jadi kan ada informasi yang tidak tersampaikan. Penonton kecewa karena link rusak. Dan saya sering sebal juga kalo begitu ngeklik kok linknya rusak. Berasa di-PHP, huh.

Apa lagi yang kurang dari website kita? Bisa langsung cek di web auditor.

hasil tes fian.me di seo sitecheckup
Alhamdulillah cukup buat lulus, cuma ada minor sedikit, misalnya perlu upgrade ke business plan :p

Sepertinya dua hal di atas cukup untuk dioptimasi, biasanya WordPress dan Blogspot sih sudah otomatis, jadi nggak perlu terlalu repot, kita tinggal mengisi saja.

Engagement

Untuk poin kedua di surat saya ini sedang proses. Kebetulan program di mana saya sebagai web content officernya berbasis pada platform member. Bukan member MLM tapinya ya, member di ACCCRN lebih banyak praktisi di perubahan iklim dan urban planning.

Beberapa cara yang dilakukan untuk member engagement sementara ini adalah dengan mengirimkan email bulanan reguler tentang kegiatan dan update, membuat aktivitas online; misalnya lomba atau mengundang mereka untuk menulis di website, mengundang member ke kegiatan offline.

Untuk sementara ini yang paling banyak menarik minat para member adalah dengan mengadakan lomba berbasis online. Selain meningkatkan traffic website, juga meningkatkan tingkat kepercayaan audiens terhadap kita.

Ini website saya juga sepi :p mungkin kapan-kapan saya mau bikin giveaway lah ya ­čśÇ

“Human truth” marketing

Nah, ini yang masih on the way, masih harus banyak trials and errors.

Brands are used to pushing their products so find it hard to take a step back and resist the urge to sell, and find out what their customers really want. This is a cultural obstacle to overcome.

Itu saya bold “what their customers really want“.

Namun pada dasarnya, ada beberapa hal untuk membuat konten marketing berdasarkan human truth:

We love to hate the enemy

Musuh yang sama dapat mempersatukan kita. Coba tengok di sini. Ya misalnya saja nih ya, saya ketemu teman saya, kalau ngobrol sukanya ngomongin orang itu-itu juga, eheheh. Nah, kalau di ACCCRN musuh utamanya adalah climate change, jadi kontennya climate change, tapi climate change seperti apa, bagaimana, di mana? Itu yang perlu didetailkan.

We want to belong

Pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan untuk membangun komunitas dan perasaan kepemilikan.

Banyak blogger yang berhasil dengan konten ini, salah satu contohnya adalah Grace Melia yang berhasil membangun komunitas Rumah Ramah Rubella. Anggotanya pun punya rasa memiliki karena adanya kebutuhan yang sama, berbagi hal yang sama, saling support dan bersama-sama mencari solusi.

Ini yang masih kami coba bangun untuk ACCCRN. So challenging karena melibatkan 5 negara di Asia dan praktisi perubahan iklim dan urban planner. *curhatlagi-eh.

We’re sucker for instant gratification

Yes, karena kita sudah didesain untuk mendapatkan sesuatu sesegera mungkin. Hahaha, iyes, siapa sih yang bisa nahan sabar kecuali suami saya? Makanya ada namanya fastfood, one day delivery service. Ditambah sekarang ini jamannya serba cepat. Kalau kita bisa dapat kecepatan , kenapa harus nunggu yang lama?

We like a good story

Yes, we love a good story. Siapa sih yang nggak suka happy ending?

Masih dari blognya Grace Melia a.k.a Mami Ubii, siapa sih yang nggak suka melihat Ubii bisa mulai belajar berdiri atau menggenggam setelah setiap hari harus terapi?

Mungkin teman-teman bisa beri contoh yang lain? Misalnya jatuh bangunnya Chairul Tanjung sampai dia jadi orang kaya nomor 5 se-RI.

Sementara baru empat hal itu yang perlu diketahui, mungkin jika saya menemukan lagi akan saya bagi lagi. Teorinya kayaknya gampang yah, tapi menemukan formula yang pas itu bikin sakit kepala ­čśÇ

Yang jelas, hutang saya sama kerjaan masih banyak – dan saya malah ngeblog. Cuma karena hari ini menerima surat cinta dari saya sendiri ini, saya jadi ingat lagi hutang-hutang saya. Mudah-mudahan bisa segera lunas.

Terima kasih sudah mampir membaca.

Cheers,

sign_fian-me

Leave a Reply