Sehari di Batam, bisa ke mana saja?

jembatan-barelang

Sampailah pada suatu ketika kami suntuk banget di Jakarta. Dan di keluarga kami, salah satu pertimbangan memilih kota tujuan, selain tempat yang bagus adalah karena ada keluarga dan teman. Akhirnya Batam lah tujuan kami karena ada kakak yang tinggal di sana.

Tapi di Batam, kami nggak lama, kalau dihitung hanya sekitar 36 jam. Jadi untuk jalan-jalan di Batam ya hanya punya waktu satu hari, karena setelahnya kami meneruskan perjalanan ke Tanjung Pinang.

Baca: Kepulauan Riau: Treasure Bay

Ini tempat-tempat tujuan kami di Batam dalam waktu super singkat di bulan Maret 2016:

1. Keliling Kota Batam

Ya, kami keliling Kota Batam, lihat-lihat apa yang bisa dilihat. Misalnya salah satunya adalah mengunjungi landmark kota Batam tulisan “Welcome to Batam” yang ala Hollywood ini. Sampai di Batam si Wikan sudah kecapekan, jadi kami hanya lewat saja dan nggak foto-foto.

Photo credit: Universitas Batam.
Photo credit: Universitas Batam.

2. Jembatan Barelang

Landmark lain di Batam yang wajib dikunjungi adalah Jembatan Barelang. Sebenarnya, jembatannya sendiri ada enam buah, ya karena memang sebagai penghubung enam pulau. Kami mengunjungi lokasi yang paling ramai dan paling dekat dengan Batam, yaitu Jembatan Tengku Fisabilillah.
jembatan-barelang_2

Sampai di sini mobil sudah antri parkir dan banyak bus wisata. Maklum waktu ke sana musim liburan, jadi pas foto di jembatannya harus nunggu orang biar nggak lewat-lewat dulu, hihihi.

Namanya Barelang yang merupakan akronim dari BAtam, REmpang, dan GaLANG. Jembatan-jembatan ini menghubungkan enam pulau, yaitu: Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru.

3. Kampung Vietnam

Tujuan kami sebenarnya bukan Jembatan Barelang, tetapi sebuah kawasan bersejarah di Pulau Galang yang sejalan dengan jembatan ini.

Dikenal sebagai Kampung Vietnam, meski itu saat ini tidak ada orang Vietnam yang tinggal di sana. Kampung Vietnam bekas penampungan warga Vietnam antara tahun 1979-1995 yang melarikan diri dari perang saudara di negara mereka di tahun 70-an.

Dari Kota Batam sekitar 1-1.5 jam dengan mobil. Kawasan ini hijau, tertata dan bersih. Memasuki kawasan selain disambut penjaga tiket, kami disambut juga oleh monyet ekor panjang. Saya memandang sekeliling dan disergap oleh perasaan sedih.

Membayangkan mereka datang dari Vietnam menggunakan kapal kayu, berjudi entah sampai tujuan atau tidak. Dan, kehidupan di pengungsian yang berat: tak tahu bahasa, tak punya tempat tinggal dan depresi.

Sebelum menuju barak-baraknya, kami melewati sebuah monumen kemanusiaan dengan cerita Tinh Nhan yang sangat tragis! Bisa dilihat di foto di bawah ini ya.

monumen-kemanusiaan-kampung-vietnam_batam_fian-me

Nggak terbayang kehidupan di sini. Yang jelas hawa di sini adalah hawa kesedihan.

Mobil kami parkir di dekat monumen kapal. Di sekitar situlah barak-barak tempat mereka tinggal. Ada juga penjara bagi pengungsi yang nakal. Kami pun memilih berjalan ke museum dan melihat-lihat peninggalan mereka di sini. Sayang kurang terawat dengan baik dan kesannya diletakkan sembarangan saja.

Mereka datang bertahap dan puncaknya sekitar 250,000 warga Vietnam pernah mengungsi di sini. Terakhir mereka dipulangkan tahun 1995 dan tempat ini pun jadi tujuan wisata kemanusiaan.

4. Makan di mana ya?

Kami nggak sempat berkuliner di banyak tempat di Batam. Perjalanan pulang dari Kampung Vietnam ke Batam, kami mampir di Pondok Santai Kak Dadut. Makan apa? Makan masakan Bali, hehehe.

Jauh-jauh ke Batam masak makan makanan Bali? Tempatnya oke sih, pemandangannya rumput luas. Makanannya? Lezat!

Sebenarnya ada satu resto lagi, cuma saya lupa namanya keburu rempong dengan Wikan. Di situ kami makan masakan Sumatera dong, ikan-ikanan.

Nggak usah takut makan di mana, banyak warung, banyak mall, tinggal pilih saja 🙂

5. Ocarina

Sore harinya, kami mampir ke Ocarina Park. Ini adalah tempat wisata keluarga yang di dalamnya ada wahana permainan seperti giant wheel, taman, dan pantai.

Karena sampai di sana sudah sore, jadi nggak ada wahana permainan yang buka, hihihi. Jadilah si Wikan dan sepupunya main-main di pantainya saja.

Cukup kan satu hari di Batam? Masih keburu mengunjungi beberapa tempat. Sebenarnya ini sih ngayem-ngayemin hati saja, karena memang hanya punya waktu singkat, hahah. Semoga ada rejeki lagi ke sana. Aamiin.

Happy traveling mom,

sign_fian

Leave a Reply