Satu hari di Tabanan

DSC00155

Mei 2018 lalu, adalah pertama kalinya Wikan menginjakkan kakinya di pulau kelahiran Bapaknya. Dan kami meluangkan waktu khusus pergi ke Tabanan, kota kelahiran Paktut, Ketut, suami saya.

Iya, mungkin nggak se-hits tempat lain di Bali, lets say Kuta, Ubud, Pantai Lovina, GWK. Tetapi, kota Tabanan ini rupanya menarik juga untuk dikunjungi. Nah, kami meluangkan waktu seharian di Tabanan, selain Paktut nostalgia – sambil lewat rumah lamanya, juga sekolahnya dari SD-SMA.

Dalam perjalanan ke Tabanan dari Denpasar, Paktut cuma bisa cerita: di sini dulu sawah semua, sepi. Begitulah, Bali dengan wisatanya menggeliat cepat sehingga mengundang banyak manusia dari berbagai belahan dunia datang ke Bali. Perjalanan yang biasanya hanya 40-an menit, menjadi 1 sampai 2 jam. Tergantung kepadatan manusianya.

Lalu, ke Tabanan ke mana saja?

  1. Tanah Lot

Fian_Tanah Lot

Paktut pernah cerita kalau waktu kecil dia pernah naik sepeda ke Tanah Lot dari rumahnya di Tabanan. Walhasil, Eyangkung Wikan (Alm.) sudah menunggu dengan sapu lidi, siap pecut pantat. Tapi nggak kesampaian karena saking sayang.

Yes, kami pun ke Tanah Lot. Nggak perlu jelasin panjang lebar lah ya tentang tempat wisata ini, karena sudah jadi salah satu kunjungan wajib kalau di Bali.

IMG_0383

  1. Bali Butterfly Park

Fian_Butterfly Park Bali_3

Puas main di Tanah Lot, kami menuju Bali Butterfly Park. Kami memang mencari wahana yang ramah anak, salah satu rekomendasinya adalah taman kupu-kupu. Tapi pas sampai di sana, si Wikan ketiduran. Bapaknya terpaksa gendong ke sana ke mari. Begitu bangun, moodnya jelek banget, nggak mau ngapa-ngapain. Jadi yang menikmati tempatnya ya cuma kami.

IMG_0399

Secara singkat, taman kupu-kupu Bali itu seperti ini:

Memiliki luas 1 ha, terdiri dari 3.700 m² untuk habitat kupu-kupu dan sisanya 6.300 m² digunakan untuk taman bunga sebagai tanaman dan tumbuhan yang digunakan sebagai makanan dan proses membudidayakan kupu-kupu serta sarana prasarana wisata. Terdapat lima jenis kandang yang digunakan selama proses menangkarkan kupu-kupu, antara lain kandang reproduksi, kandang pemeliharaan telur, tempat pemeliharaan larva, kandang kepompong, dan kandang kupu-kupu.

Pemilihan kempompong
Pemilihan kepompong

Selain kupu-kupu yang dilestarikan di tempat wisata Bali Butterfly Park, juga terdapat berbagai macam serangga seperti Cobalt Blue Tarantula, Scorpion, Celenocosmia javanensis, Belalang Daun Pulchrifolium yang bentuknya bener-bener kayak daun, Belalang Kayu Biru yang mirip banget dengan batang pohon, dan masih banyak serangga lainnya.

Fian_Butterfly Park Bali_6

Fian_Butterfly Park Bali_7

Karena sudah pegal menggendong Wikan sepanjang di taman ini, dan mood Wikan tak kunjung kembali juga, ada satu tempat lagi yang patut dikunjungi di Tabanan. Kebetulan sudah sore hari, dan Wikan pasti akan sangat suka.

  1. Hot Spring “Yeh Panes” Penatahan

Yeh Panes_Fian

Yes! Apalagi kalau bukan main di air. Si Wikan kalo udah diiming-imingi nyemplung ke air, langsung semringah mukanya.

Baca: Liburan ceria Wikan, ya main air

Baiq, anaknya memang suka main air. Langsung dia nggak sabar buat pakai baju putri duyungnya.

Sabar, nak. Karena tempat mandi masih lumayan jauh dan agak naik.

Jadi ada beberapa tempat pemandian di Yeh Panas ini, kolam pemandian umum dan kolam privat. Kami mencoba bilik privatnya karena harganya amat sangat terjangkau (kalau nggak salah bayar 65rb untuk kami bertiga). Di bilik kami diberi waktu selama satu jam. Sangat cukup untuk berendam.

Katanya sumber air panas alaminya keluar dari dalam pura dan dari bawah pohon beringin. Konon, dulu penjajah Jepang suka berendam di tempat ini. Karena memang sumber air panas Yeh Panes ini sudah ada sejak zaman penjajahan dulu.

Tak terasa sudah satu jam. Perut mulai keroncongan dan hari mulai gelap. Petualangan satu hari di Tabanan sudah usai. Semoga bisa jadi referensi bagi yang bosan wisata ke Kuta atau Ubud :p

Cheers,

sign_fian

Leave a Reply