Pilea oh pilea

Pilea peperomioides

Tak hanya fesyen, tanaman pun ada trennya. Seringkali ditanya, “Mbak, punya Pilea?”

Tentu saja jika ditanya ada Pilea nggak, “Jangan Pilea, bu/pak, berat (diongkos). Biar saya saja.”

Begitulah kira-kira jawaban setelah film Dilan 1990 sudah tayang. Sebelumnya saya cuma bilang, “Jika sudah ada di studio kami, akan kami update, bu/pak.”

Gegara para plantgram – sebutan saya untuk seleb yang feed Instagramnya tanaman – di barat sana terutama kawasan Skandinavia, Pilea sungguh-sungguh hits. Padahal aslinya dari Asia. Tepatnya di Yunnan, China.

Tanaman ini banyak sebutannya, mulai dari UFO plant, Chinese money plant, pancake plant, atau missionary plant karena dibawa oleh seorang misionaris Norwegia yang pulang kampung. Mungkin dari sini Pilea peperomioides tersebar di Skandinavia.

Lalu, teman-teman online plant seller (OPS) pun mulai berburu Pilea. Saya pun tak ketinggalan, demi permintaan pasar akan Pilea, saya pun berburu Pilea ke Singapura.

Kenapa Singapura? Karena impor Pilea dari Eropa hanya sampai Singapura, belum ada importir besar dari Indonesia. Dan nggak tahu kenapa yang ‘memproduksi’ banyak Pilea di sana, padahal aslinya dari China.

Setali tiga uang, sambil jalan-jalan di Singapura sambil beli Pilea. Kebetulan juga ada teman yang baik hati menampung saya selama dua hari di sana, jadi modal tidak terlalu banyak terpakai.

Ke Singapura pas banget sama Chinese New Year, di mana semua Pilea harganya naik, dan barangnya sedikit. Ngok! Di saat itu, Pilea berada di harga SGD 68. Muehehehe, jual piro iki yo? Dan nggak hanya itu, pamor Pilea juga sedang kalah dengan jeruk Imlek. Jadi di nursery di Singapura, jeruk Imlek bertebaran.

Begitulah kura-kura terlalu banyak dalam tempurung. Sebenarnya saya sudah mencoba mengontak beberapa nursery di Singapura, tetapi tidak ada balasan. Iya, kayak orang gaptek nggak kenal Facebook dan Instagram. Hiks. Nekatlah akhirnya saya ke sana.

Setelah lihat beberapa nursery, akhirnya dapat Pilea yang harganya sedikit lebih murah. Alhamdulillah!

Susah nggak (rawatnya)?

Salah satu kenapa ambil dari Singapura juga agar mudah beradaptasi dengan panasnya Jakarta. Sebab, si Pilea paling hobi ada di suhu adem, maklum Provinsi Yunnan aslinya sono kan adem-adem semriwing, apalagi saat musim dingin.

Sampai di Jakarta, Pilea saya tanam kembali menggunakan media tanam siap pakai yang biasa digunakan di sana. Intinya sih tanaman ini medianya harus porous, yang tidak menyimpan air. Karena kalau kebanyakan air dia bisa busuk.

Campuran medianya adalah: tanah, kompos, volcano sand, coco peat, dan campur sedikit dengan perlite. Nah, yang lain-lain saya bisa dapat di Indonesia, kalau volcano sand belum tahu beli di mana. Mau tahu dong kalau ada yang jual di Indonesia.

Kebetulan suhu di Jakarta pas saya membawanya masih agak adem, sekitar 27 derajat. Jadi sebenarnya pas banget buat mindahin mereka ke Jakarta. Sudah lebih dari sebulan si Pilea ini di rumah dan mereka sehat walafiat.

Bagaimana kalau suhu di kotamu lebih dari 27 derajat? Tentu saja si princess ini pecinta air conditioner. Asalkan di ruangan ber-AC tersebut ada cahaya alami, pilea bisa survive.

Untuk penyiraman sendiri, Pilea saya siram jika media di atasnya mulai kering. Kalau masih basah ya nggak perlu disiram. Sekali lagi, karena kalau terlalu banyak siram batangnya bisa busuk.

Perawatan yang lain saat ini hanya saya tambahkan pupuk slow release saja yang diperbaharui 3 bulan sekali.

Menurut saya, tanaman ini termasuk tanaman yang nggak rewel dan nggak banyak perawatan. Seperti sukulen pada umumnya, semakin dirawat semakin dia busuk.

Dan dia duduk manis di bawah skylight studio Wit Wikan.

Me and Pilea peperomioides
Me and Pilea peperomioides

 

 

6 Replies to “Pilea oh pilea”

  1. Namanya bener-bener mirip nama pacarnya Dilan, ya 😀

    1. Hihihi, nyerempet lah, sama cantiknya 😀

  2. Aku suka banget mantengin plantgram. Cantik2 sekarang tampilannya ya.

  3. Wooo.. Mbak ini dibalik kecenya feed IG wit wikan.. Sya penasaran kalau beli tanaman dr luar gitu bawanya ke indo gimana ya mbak.? Masuk bagasi apa gmn.? Dan apakah beneran perlu ada karantina.? Terimakasiiih..

  4. Ternyata cakep ya si Filea ini,, cara rawatnya juga gampang,, tapi ternyata mesti impor dan mesti dijemput di Singapura. Kalo aku si cukup menikmati Filea dari feed Ig aja. Hehehe

  5. Salut saya ama orang-orang pecinta tumbuhan, saya juga suka sih, tapi gak yang addict banget 🙂
    Btw Milea eh Pilea nya canciikkk 🙂

Leave a Reply