Merayakan tunas baru

DSCF7666

Anak jaman old mungkin tahu lagu Kolam Susu dari Koes Plus. Atau bisa jadi masih sering didengar, pun oleh anak jaman now. Begini salah satu liriknya:

Orang bilang tanah kita tanah surga / Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Iya kan, pernah dengar?

I really wish that easy, asal tancep dan tanaman pun langsung tumbuh subur. Ternyata nggak semudah itu ketika diaplikasikan ke tanaman di dalam pot.

Gagal merupakan makanan sehari-hari bagi saya yang pemula di dunia tanaman hias. Baru satu tahun saya benar-benar belajar (otodidak) cara menanam (di dalam pot) yang baik dan menjalankan Wit Wikan.

Wit Wikan Studio
Wit Wikan Studio

Ya, lahan saya sangat terbatas sekali, hanya 3×3, ada di lantai dua rumah saya. Padahal sebenarnya bisnis ini membutuhkan lahan yang luas. Apalagi sedang pembibitan, duh rasanya satu studio kecil itu hanya berisi pot dan tanah saja, nggak ada tanamannya. Perlu waktu berbulan-bulan untuknya tumbuh subur dan rimbun.

Menanam di dalam pot, sangat bergantung dari banyak hal. Mulai dari media, pemberian air, cahaya (yang bergantung pada lokasi di dalam rumah), juga pupuk. Ini berdasarkan pengalaman saja, dan beberapa penyesuaian karena lokasi tanam di dalam rumah. Dan inilah yang bikin deg-deg ser. Apakah percobaan ini berhasil atau tidak. Kalau gagal, ganti formulasi media dan ulangi dari awal.

Karakteristik tanaman yang berbeda satu sama lain, serta merta pula medianya jadi berbeda. Iya, agar si tanaman betah dalam pot, tentu saja medianya harus benar-benar sesuai. Ada tanaman yang mau media lembab, tapi ada tanaman yang maunya media kering yang tidak menyimpan air (porous).

Misalnya saja, media kaktus tidak sama dengan media calathea. Lokasi kaktus juga berbeda dengan lokasi calathea. Kaktus harus di tempat yang panas, bahkan kena matahari langsung, calathea sebaliknya. Merawat calathea pun berbeda dengan merawat tanaman paku-pakuan (Asplenium sp).

Ya, bagi saya, merawat tanaman indoor merupakan investasi – selain tanaman itu sendiri. Saya harus selalu keep them alive, kalau gagal ya tidak bakalan bisa dijual. Mungkin itu yang menjadi perbedaan antara saya dan petani tanaman hias yang memiliki kebun.

Sebelum ada studio, saya menyewa beberapa rak di kebun seorang kenalan. Tanaman saya yang ‘sakit’ di rumah, saya langsung bawa ke kebun dan selalu menjadi lebih sehat. Padahal saya yakin media yang saya beri itu benar. Analisis abal-abal saya: lokasi (terutama aliran udara) dan cahaya tidak memadai. Karena saya waktu itu tinggal di rumah dengan cahaya dan aliran udara yang sangat minim.

Ya, kesimpulan saya, bercocok tanam di luar rumah memang lebih mudah ketimbang di dalam rumah. Jika menanam di dalam rumah, satu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi tanaman.

Pernah suatu ketika, si mbak asisten memindahkan Calathea picturata ‘Vandenheckei’ favorit saya ke lantai dua. Biasanya dia menjadi ‘penjaga pintu’ rumah saya. Karena di situlah dia paling happy: selalu muncul tunas baru. Waktu dipindahkan ke lantai dua matahari masih panas-panasnya. Dan walhasil dia yang sudah beradaptasi dengan cahaya teduh daunnya terbakar semua.

Calathea picturata bukan tanaman yang mahal dan hampir ada di mana-mana. Tapi sedih banget karena dia sangat fluffy sebelumnya. Bahkan pernah ada yang menawar pun tidak saya lepaskan, karena dia begitu menggemaskan.

Akhirnya saya kembalikan dia ke tempat asalnya. Saya gunting daun-daun yang terbakar. Sekarang mulai tumbuh muncul lagi tunas baru. Alhamdulillah!

Tunas baru menandakan bahwa tanaman itu sudah ‘sembuh’ dari sakitnya. Tunas baru menandakan dia happy. Saya pun jadi happy dan tidak merasa bersalah melihatnya terbakar sana sini.

This slideshow requires JavaScript.

 

Pernah juga Monstera deliciosa variegata saya bermasalah sejak saya adopsi dari petani. Adopsi sejak Mei 2017. Gagah perkasa daunnya empat. Seminggu kemudian batangnya mengkerut. Ah mungkin akar belum juga kuat. Berbulan-bulan kemudian masih tetap begitu dan tidak tumbuh tunas. Cek akar ternyata akarnya busuk, panteslah dia nggak bisa ‘makan’.

Kalau nggak salah ingat sekitaran Agustus-September 2017 mulai diterapi air. Seluruh batang yang dulu tumbuh akar direndam di dalam air mineral. Waktu itu pesimis bisa tumbuh akar lagi. Tetapi setelah sebulan di dalam air dia menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Mulai mau nongol akar baru, dan akhirnya nggak sabar ditanam di tanah meski akar baru beberapa sentimeter.

This slideshow requires JavaScript.


Dan alhamdulillah, tak lama dia pun bertunas! Sehat sampai saat ini.

Saya pun jadi makin percaya diri untuk dapat merawat tanaman.

Dan baru-baru ini, saya pun memberanikan diri untuk mengimpor Pilea peperomioides. Salah satu ratu tanaman di Instagram, hampir semua seleb-plantsgram di Eropa punya. Salah seorang kenalan sampai memberi julukan Princess PiLeia, plesetan dari Princess Leia, tokoh di kisah Star Wars.

Mulanya nggak yakin bisa hidup di Indonesia, karena dia salah satu tanaman dingin, maunya hidup dengan suhu dingin. Tapi beberapa teman telah berhasil membuatnya beranak-pinak. Oke, saya pun yakin dia bisa hidup di Indonesia.

WhatsApp Image 2018-02-19 at 6.55.04 PM
Pilea peperomioides

Media tanam yang saya pakai di sini, sekalian saya impor juga, supaya dia cepat beradaptasi. Komposisinya medianya: coco peat, tanah kompos, perlite, dan volcano rock. Perawatannya juga nggak berlebihan, karena dia memang tidak suka jika kelebihan air. Sudah sebulan tanaman ini masih segar bugar malahan ada beberapa tunas baru. Hore siap diadopsi deh!

Iya, yang bikin urban gardener senang macam saya itu adalah tunas baru. Menunggu tunas baru itu deg-degan, tapi begitu keluar, kayak menang lotre!

Merayakan tunas baru itu sama bahagianya dengan menghitung uang hasil jerih payah merawat tanaman. Dibantu colorful calculator Casio, semuanya jadi menyenangkan. Sorry, saya gagap sama aplikasi kalkulator di handphone. Tetap lebih mantap jika menghitung dengan beneran. Dan saya pilih warna pink dong, karena #CasioMyStyle banget!

DSCF7680

*) Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba ‘CASIO MY STYLE BLOG COMPETITION’. Teman-teman juga bisa mendapatkan kalkulator Casio dengan harga khusus dengan memasukkan kode: CASIOBLOGID9274 saat check out. Colorful calculator Casio bisa dilihat di link ini.

 

One Reply to “Merayakan tunas baru”

  1. Wah tanamannya cantik-cantik, mbak. Harus telaten banget ya mengurus tanaman hias ini

Leave a Reply