Menanam di air

water propagation

Media air menjadi salah satu alternatif untuk menanam tanaman di dalam ruangan. Terkesan bersih dan sederhana. Ditambah, banyak tanaman yang dapat mudah tumbuh di dalam air.

Kadang, untuk memperbanyak tanaman, saya menggunakan media air untuk menumbuhkan akar sebelum saya pindahkan ke media tanah. Cara ini menurut saya lebih mudah ketimbang menanam langsung di dalam tanah yang lebih berisiko batang busuk. Meskipun kadang cara ini pun tidak menjamin keberhasilan 100%, karena batang busuk, khususnya keluarga Peperomia dan Pilea peperomioides.

Karena ini media air, maka air menjadi sangat penting di sini. Saya tidak tahu air yang paling baik seperti apa, tapi asal tanaman tersebut bisa tumbuh akar, saya rasa sudah cukup. Paling aman memang menggunakan air mineral. Atau jika tidak ada, bisa dengan air sumur. Air PAM tidak disarankan untuk digunakan di sini.

Karena tidak banyak nutrisi yang dapat diserap tanaman yang ditanam di air, biasanya tanaman tidak bisa tumbuh subur. Misalnya daun barunya biasanya akan lebih kecil tumbuhnya. Apakah ada pupuk untuk di air? Saya sendiri belum pernah testing dengan pupuk, tetapi beberapa teman menggunakan hormon vitamin B1 khusus untuk tanaman agar tanaman di air tetap sehat.

Lokasi?

Baca: Mbak, ada tanaman indoor?

Yang jelas tetap harus di lokasi yang banyak terpapar cahaya matahari, jika tanaman tetap mau tumbuh sehat. Tetapi saya pernah menaruh neon pothos di tempat yang tidak ada matahari sama sekali, dia survive memang, tapi berhenti tumbuh setelah satu tahun di lokasi yang sama.

Ini beberapa tanaman yang saya tanam di air untuk dijadikan dekorasi rumah:

  1. Pothos (Epipremnum aureum)

Neon Pothos

Any kind of pothos aka sirih gading! Mulai dari yang jade, golden, marble, neon, sampai manjula, yess! Dan taneman memang ada di mana-mana. Tinggal potong saja beberapa ruas, lalu cemplungkan ke air. Gampang banget hidupnya. Mau di tempat ada cahaya matahari atau nggak, hayuk aja. Kalau di tempat gelap, biasanya memang lebih lama hidupnya dengan media air.

Dan Neon Pothos ini adalah favorit saya karena warnanya yang genjreng, semacam scotlite di rompi-rompi. Cetar!

  1. Monstera adansonii

Monstera adansonii atau Janda Bolong
Monstera adansonii atau Janda Bolong

Alias Janda Bolong karena memang daunnya bolong-bolong. Bisa banget hidup di air tapi dengan catatan cahaya mataharinya banyak, karena kalau tidak dia gampang kuning. Biasanya tanaman ini yang jadi tester untuk indoor plant lain. Kalau mau adopsi tanaman yang agak pricy, ngetes dia dulu di ruangan. Kalau survive tanaman di atasnya seperti Monstera deliciosa atau beragam Philodendron bisa dipastikan survive di dalam ruangan Anda. Catatannya: hanya untuk dekorasi ya, karena pertumbuhannya akan sangat lambat sekali.

  1. Syngonium black velvet

Syngonium black velvet
Syngonium black velvet

Syngonium adalah salah satu tanaman indoor idola saya juga. No rewel, gampang banget hidupnya hampir mirip dengan pothos. Bentuk daunnya juga unik, seperti kuping kelinci dan warnanya banyak banget, ada yang putih, pink, hijau. Bisa survive juga di indoor dengan cahaya minim.

  1. Sansevieria

Sanseviria trifasciata
Sansevieria trifasciata

Mulanya nggak percaya tananam yang nggak hobi air ini bisa survive di air setelah mencoba sendiri. Iya, kalau ditanam di tanah biasanya penyiraman paling sering seminggu sekali, medianya pun harus benar-benar porous alias nggak menyimpan air. But, voila! Setelah berbulan-bulan bahkan muncul anakannya. So happy! Ini lokasinya harus benar-benar di tempat yang terang ya, tidak seperti sirih gading atau syngonium yang bisa di tempat sedikit cahaya matahari.

  1. Tradescantia

Tradescantia fluminensis
Tradescantia fluminensis

Tredescantia yang jadi inspirasinya Wit Wikan ini juga bisa tumbuh akar di air. Tapi harus hati-hati banget waktu memotongnya, ujungnya nggak boleh pecah karena pengakarannya bisa nggak jadi. Gunakan pisau yang tajam untuk memotong, hindari dengan gunting.

Tanaman lainnya yang pernah saya coba adalah Begonia dan Spider plant (Chlorophytum comosum). Teman saya bahkan mencoba propagate Ketapang biola (Ficus lyrata) di air, dan berhasil memunculkan akarnya. Hanya saja belum tahu apakah bisa survive ketika dipindah ke tanah.

Oiya, karena kita tinggal di negara tropis, sering-seringlah diganti air supaya nggak jadi sarang jentik nyamuk. Minimal seminggu 3 kali untuk mengganti airnya.

Dengan senang hati menerima konsultasi tanaman, bisa langsung ke nomor Wit Wikan di 0818-0672-0700 or you could drop your questions through our Instragram: @witwikan.

Happy membuat #HutandiRumah

Fian

 

2 Replies to “Menanam di air”

  1. Saya jg nyoba ngaruh potongan sisa daun bawang dan sledri di jar bekas mbak. Cukup dikasih air. Lumayan bisa menghemat luncang utk semingguan lebih.

    1. Ahey! Bener juga yak. Lanjutkan, bu 🙂

Leave a Reply