Happy sewing with Brother

Nah seperti itu polanya.

Mau tahu sebuah rahasia? Ibuk Wikan nggak bisa jahit. Eheheh.

Saya punya tim khusus di Jogja untuk memproduksi baju menyusui Catmom dan Ibunku Wihikan. Jadi saya tinggal setor gambar baju dan kainnya, dan bilang maunya begini, begitu, ini, itu, ukurannya ini itu dan lebih sering miskomnya karena LDR-an Jakarta-Jogja. Yang mana itu bikin pening kepala.

Jadi, saya pun penasaran gimana rasanya penjahit saya ngadepin saya yah yang maunya banyak ini. Gimana rasanya menjahit baju sendiri? Mulai dari membuat pola, memotong kain, menjahitnya, sampai baju itu pas di badan kita.

Kebetulan banget Brother Indonesia ada di Pekan Raya Indonesia (PRI) yang acaranya hingga 6 November 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Hall 7. Pas banget karena mereka juga ngadain workshop menjahit bertema Sewing is Fun.

Saya dapat jadwal menjahit bersama mbak Astri Damayanti, founder Kriya Indonesia, yang juga blogger kece – blog doski bisa dibaca di sini.

Sampai di PRI mesin jahit brother udah berbaris rapi. Saya yang buta sama sekali dengan mesin jahit, dipersilakan duduk di depan mesin jahit Brother seri GS2500.

Mbak Astri juga sudah menyiapkan semua perlengkapan menjahitnya, yaitu kain, gunting, benang, jarum pentul, rader, kertas karbon dan termasuk polanya.

perlengkapan-jahit_brother-indonesia

Hari itu kami akan belajar menjahit outer. Kebetulan saya sedang butuh outer warna hitam. Tapi dijahit sendiri? Will see hasilnya :p

Karena polanya sudah siap, jadi para peserta mengantri memotong kain. Sembari mengantri, saya pemanasan dulu. Maklum, ini kali pertama saya benar-benar akan menjahit dengan mesin. Jadi jari jemari juga perlu olahraga.

Mas dan mbak Brother Indonesia sangat helpful mengajari saya cara memasukkan benang – yang akhirnya selalu lupa X_X. Mengajari bagaimana cara mengganti pola jahit di mesin. Dan akhirnya pemanasan menjahit di atas kain perca yang disediakan.

Antrian memotong kain sudah ada di giliran saya. Mbak Astri mengajari meletakkan pola di atas kain. Ditusuk jarum pentul supaya pola nggak lari ketika kain digunting.

Setelah itu saya dengan begonya tanya rader itu untuk apa? Trus cara pakainya gimana?

Setelah dicontohkan Mbak Astri, baru tau cara pakai rader dan fungsinya. Nah, jadi rader fungsinya buat nandain jahitan biar jahitan rapi seperti pola, nggak berkelok-kelok kayak sungai. Kertas karbon diselipin di antara kain, lalu dirader di atas kain agak ditekan supaya kertas karbonnya nempel. Dan sumpah saya baru kebayang pakai rader itu kayak gitu! Saya kira ada kapur yang dimasukkan di dalem radernya atau gimana gitu, supaya jadi pola. Ehehehe.

Akhirnya saya dan rader berdamai juga :D
Akhirnya saya dan rader berdamai juga 😀

Setelah berhasil merader dan menggunting kain – meskipun separonya sih dibantu Mbak Astri, saatnya menjahit. Hasil pemanasan tadi langsung dicoba. Grogi banget ketika beneran akan menjahit baju. Takut salah kalau miring dan nggak bisa mengendalikan pedalnya.

Ternyata… mesin jahit Brother ini sahabatan banget sama saya! Baru kenal langsung akrab gitu. Jahitan nggak lari ke sana ke sini, apalagi udah ada hasil raderan kan ya. Jadinya, tetep rapi dong!

Waktu menjahit, saya menggunakan pola jahit lurus (nomor 2) dan untuk pinggirannya menggunakan pola agak bergelombang nomor 12.

salah-satu-pola-di-mesin-jahit-brother
Pola nomor 12.

Untuk obras, saya dibantu Mbak Astri di mesin jahit yang khusus orbas, karena sayangnya si Brother GS2500 ini belum bisa ngobras, hiks.

Nah, akhirnya finishing juga, merapikan yang belum rapi, gunting-gunting sedikit. Dan, fitting time!

Waktu fitting, baru diberitahu peserta lain kalau waktu finishing lengan kiri saya jahitnya terbalik. Jadi bagian obras berada di luar. Tidaaaak! Saya musti mengulang jahitan lagi deh. Hiks hiks.

Jahitannya terbalik, hiks.
Jahitannya terbalik, hiks.

Tidak mengapaaa, ada alasan buat ngelancarin menjahit lagi kaaan. Meskipun butuh waktu buat ngededel jahitannya.

Daaaan, ini dia hasilnya:

Lumayan rapiiih. Jadi cakep bisa dipake, meskipun itu bekas kebalik agak nggak rapi dikit, hiks hiks. Sukaaa banget sama polanya Mbak Astri ini. Makasih Mbak Astri sudah sabar dengan saya. Juga Mbak Maya dari Brother Indonesia yang sudah asistensi saya ikut acara ini.

Rupanya menjahit itu justru menyenangkan. Bisa lupa (malas) berdiri dan ke mana-mana, fokus aja di situ. Sebenarnya nggak ribet, cuma butuh teliti dan tekun. Jadi ngerti deh rasanya menjahit.

Daaan, workshop ini berhasil membuat saya mupeng. Aslik, pengen banget bisa jahit sendiri, apalagi sekarang meskipun masih merayap, tetapi lumayan bisa bikin bahagia emak-emak nyusuin dengan baju menyusui Catmom dan Ibunku Wihikan. Dan aslik, pengen banget punya mesin jahit ini.

Sedikit tentang Brother GS2500

Mesin Jahit Brother GS2500
Mesin Jahit Brother GS2500

Buat pemula macam saya, mesin jahit Brother GS2500 ini sangat bersahabat sekali. Saya yang baru belajar menjahit, langsung nempel kayak perangko nggak mau lepas lagi. Rasanya mau dibawa pulang aja, tapi nanti dimarahin Mbak Mas Brother 😀

Ini nih spesifikasi Brother GS2500 yang sangat cukup baik untuk ukuran pemula dan penjahit rumahan:

  • Ada 25 pola jahitan
  • Sistem lubang kancing 4 langkah (4-step easy buttonhole)
  • Sistem bobbins-atas
  • Sistem masuk benang otomatis
  • Tuas jahit mundur
  • 6 row feed dog system (gigi 6 baris) untuk pengaturan bahan tipis hingga tebal. Cucok bagi yang mau buat tas nih.
  • Fungsi pengaturan panjang jahitan hingga 4,0mm
  • Lebar jahitan hingga 5,0mm
  • Kecepatan mesin hingga 800 s.p.m, tapi karena baru pemula saya mah kemarin nginjek pedalnya pelan aja.
  • Heavy duty metal frame
  • In-built LED light. Iyes, si doi udah pake LED jadi nggak bikin sakit mata. Nyaman buat mata minus macam saya.
  • Free arm yang bisa dilepas pasang, untuk menjahit bahan silindris berbidang sempit. Nah waktu lengan kiri saya salah jahit, ini bermanfaat banget, jadi nggak perlu takut bagian lain ikut terjahit.
  • Pengaturan tegangan benang
  • In-built manual thread cutter, jadi nggak perlu pakai gunting lagi
  • Hemat energi, karena cuma 51 Watt

Gimana nggak mupeng kan yaaaaa. Belum lagi promosinya di pameran. Harga normalnya Rp. 1,990,000, jadi Rp. 1,900,000, enggak banyak emang, tapi bonusnya dong: set sepatu seharga Rp. 250,000.

Dan, karena mesin jahit ini portable jadi nggak perlu meja khusus.

Semoga suatu saat bisa punya mesin jahit ini. Nabung dulu dan jadikan wishlist tahun depan.

Oiya, pamerannya sampai 6 November 2016 di ICE BSD. Lihat jadwal workshop Sewing is Fun-nya di sini ya.

Happy sewing momma,

Fian Khairunnisa

Leave a Reply