From blog to vlog

from-blog-to-vlog-fian-me

 

Belakangan ini kalau saya lihat timeline Facebook, Instagram dan Twitter, pasti banyak banget feed videonya. Saya sendiri sering ‘terjebak’ menonton video-video singkat di Facebook. Bahkan saya sering menjebak diri membuka Facebook hanya untuk nonton video yang dishare orang. *Peace boss

Social video sudah jadi barang trend tahun 2016 ini. Sekitar 62% video lebih engaging daripada foto. Bahkan Facebook sudah membuat platform Live supaya orang dengan mudah sharing video.

Suka nggak suka, perilaku orang ‘membaca’ internet berubah juga, yaitu mulai ‘membaca’ social video. Saya juga, jadi mulai baca video. Soalnya lebih enak karena bisa dapat informasi dan visual sekaligus. Apalagi bagi orang yang nggak punya waktu banyak untuk membaca. Jaman sekarang gitu loh maunya serba instant. (Trus kenapa saya masih ngeblog aja yak?)

Ngomong-ngomong soal video, hari Sabtu, 24 September 2016, saya ikut hadir di acaranya Hijup dan Indonesia Hijab Blogger (IHB). Tema acaranya tentang ‘From Blog to Vlog’. Lah saya aja baru mulai ngeblog lagi, nah ini malah udah pindah platform ke video. Yang anak kemarin sore udah jadi artis Youtube, saya mah masih artis kamar mandi aja nggak naik peringkat dari dulu. Beuh.

Di acara tersebut ada fashion blogger Lulu Elhasbu dan Hanna Faridl, Chief Community Officer Hijup, yang sharing tentang pengalaman mereka membuat vlog.

Buat yang memang mau serius ngevlog, Mbak Lulu dan Mbak Hanna sharing banyak mulai dari persiapan, aplikasi edit video, hingga tips nge-vlog. Saya juga jadi paham nih soal vlog-vlog-an. Maklum aja saya ini paling malu kalau di depan video kamera, suka nggak percaya diri kalau mau ngomong sesuatu.

lulu elhasbu dan hannah faridl di IHB_fian.me.jpeg
Hannah Faridl (kiri) dan Lulu Elhasbu (kanan) sharing tentang pengalaman vlogging.

Persiapan

Vlog itu ada berbagai macam. Ada tentang tutorial seperti tutorial hijab, masak, yang lagi sering saya pantengin adalah vlognya si Agung Hapsah soal tutorial Adobe Premier. Trus ada lagi model vlog tentang opini, misalnya Sacha Stevenson yang membuat video-video tentang Indonesia versi dia, yang banyak benernya tapi orang Indonesianya marah-marah.

Dalam persiapan nge-vlog, intinya adalah kita musti set the goal dulu. Buat apa sih videonya? Apa sih yang ingin kita sampaikan? Mau dikenal sebagai siapa sih kita? Pencitraan kita mau yang bagaimana?

Biasanya saya sendiri malas subscribe vlog yang isinya macem-macem, karena kayak random aja gitu nggak tahu harus nunggu apa kalo isinya campur aduk. Vlog yang paling saya tunggu-tunggu, selain tutorial adalah vlog-vlog yang lucu, macam punya Bayu Skak.

Kalau pengalaman Mbak Hanna, bahwa video tutorial paling banyak dicari orang. Cuma masalahnya kompetitor untuk konten tutorial juga banyak. Sehingga bagi yang newbie susah menyaingi yang sudah duluan nge-vlog.

Satu lagi sih sekarang yang lagi banyak di-search, siapa lagi kalau bukan Awkarin. Lihat aja viewernya ya kan, sama kayak jumlah penduduk Jogja kali, mungkin lebih banyak. Ya, meskipun banyak konten vulgar, tapi nggak bisa dipungkiri kalo konten yang diciptakannya memang sesuai sama goalnya dia, pencitraannya dia.

What’s next?

Kalau goalnya sudah di-set, lalu ngapain dong? Ya buat video dong.

Kalau Mbak Lulu dia cerita soal suka dukanya nge-vlog. Ini yang saya inget banget dari doi kalau orang mau buat video itu ya: tahan malu!

Iyalah, ke mana-mana ngomong sama kamera, dada-dada ke kamera, senyum-senyum, dan semuanya dipegang sendiri alias selfie. Harus muka badak dong, kan ceritanya vlog ini adalah semua yang biasanya ditulis (di blog) itu dijadikan video.

Setelah cerita videonya lengkap, edit yang cakep. Dibuat bumper opening yang cakep biar branding kita juga dapet.

Mbak Lulu kasih tips supaya kita punya satu bumper opening dan closing yang bisa mudah disimpan di handphone. Jadi suatu saat kita bisa dengan mudah edit video lewat handphone. Lalu posting di Youtube.

Ada juga yang paling penting dalam nge-vlog. Yaitu safety. Ini pengalaman Mbak Lulu, dia menginformasikan di mana dia memarkir kendaraan di vlognya. Apa yang terjadi? Kamera Mbak Lulu hilang!

Yang lagi soal Anya Geraldine, yang dia memperlihatkan tiket pesawat di vlognya dia sehingga ada aja orang iseng buat mencari tahu bookingan tiket dia. Jadilah itu dia di-bully habis-habisan karena nama aslinya nggak sekeren nama instagramnya.

Dan khususnya tiket pesawat memang sebaiknya tidak diposting karena sangat berbahaya, bisa jadi identitas kita disalahgunakan. Dari nomor id, scanner code, orang bisa melacak bagaimana kita membayar tiket yang kemudian bisa jadi kartu kredit kita disalahgunakan. Tiba-tiba tagihan membengkak kan MasyaAllah, tagihan yang lain aja belum lunas.

Nah, yang paling penting lagi nih kata Mbak Lulu adalah angle. Iya, kita musti tahu juga angle-angle kita yang cakep di kamera itu bisa dari sudut mana saja. Kalau kayak saya ini dari sisi manapun nggak ada bagus-bagusnya. Kalau dari depan kelihatan gendut, kalau dari samping kelihatan gepeng kepalanya. Makanya kan nggak jadi artis vlog, bisa-bisa yang nonton pada pingsan, hahaha.

Kalau udah bikin video terus apa?

Kalau kata Mbak Hanna, kesalahan para vlogger atau blogger itu adalah terlalu malas untuk mencari tahu, nggak mau riset, meniru, dan nggak tentu arah mau dikemanain blog atau vlognya.

Jadi musti memang niat banget nyari tahu apa yang paling banyak dicari orang. Bisa dicek lewat Adwords atau Google Trends.

Selain itu juga, sadari betul SEO-nya (lagi-lagi ini). Biar mesin pencari dengan mudah menunjukkan bahwa vlog atau blog kita yang memang dibutuhkan. Gimana caranya? Kasih teks yang terkait, jangan videonya tentang memasak tapi dideskripsi tentang hijab tutorial mentang-mentang ini yang highly search. Jadi akhirnya malah dibully karena kasih gambaran palsu.

Juga… coba cari tahu tentang kompetitor kita. Misalnya kalau mau membuat video yang sama tentang hijab tutorial, coba bikin yang belum ada.

Tentu saja, content is the king. Dimana-mana konten yang unik adalah yang paling dicari. Dan ini juga yang bikin saya nggak nge-vlog atau vakum nge-blog, karena pada dasarnya kontennya (baca: otak) masih random *sigh.

Daaan latihan. Latihan. Latihan. Kalau memang benar-benar mau serius nge-vlog.

Sekarang ini semakin gampang membuat video secara semua smartphone sudah terintegrasi dengan kamera. Aplikasi edit video juga banyak banget. Contohnya Quik, iMovie, Hyperlapse, KineMaster, yang bisa digunakan secara gratis.

Dan, di akhir bincang-bincang ‘From Blog To Vlog’ kemarin sempat diadakan kontes vlogging yang hadiahnya sepaket make up Wardah. Ouch! Siapa yang nggak mau coba?

Saya yang nggak pernah nge-vlog akhirnya pengen ikutan ikutan juga demi mendapatkan seperangkat make up Wardah. Hasilnya? Saya nggak menang. Hiks.

Tapi… saya dapat hadiah untuk photo challenge! Horreee, seneng banget rasanya menang sesuatu itu yaaah. Jadi semangat foto-foto lagi.

Ini dia saya seorang diri yang nggak pake jilbab menerima hadiah dari Hijup. Hihihi, mungkin suatu saat yah, yang penting sekarang kelakuannya diperbaiki dulu 🙂

menerima hadiah dari Hijup.jpg

Terima kasih Hijup, Indonesia Hijab Blogger, Mbak Lulu, dan Mbak Hannah yang sudah kasih kesempatan saya menambah ilmu tentang vlog ini. InshaAllah barokah.

Salam,

sign_fian.me.png

Ps. Vlog yang saya buat waktu di event adalah review sangat singkat sekali Intense Matte Lipstick Wardah yang Choco Town. Itu adalah lipstik ke-empat saya, maklum nggak pernah lipstikan. Dan saya suka banget warna dan teksturnya. Videonya silakan dilihat di Instagram saya ya 🙂

6 Comment

  1. Duh, bahas Vlog ini PR bangeet. Bikin video asal-asalan sih bisa, ngeditnya yang gak bisaa, haha

    1. Fian says: Reply

      Wahahaha, kalo saya idenya yang susyeeee. Asik juga mak kalo bikin acara ngedit video, mumpung video naik daun. Thanks sudah mampir ya Mak Yuni 🙂 Salam kenal (lagi)

  2. Saya juga lagi belajar buat vlog Mbak, cuma ya gitu deh hasilnya juga pas2an sama kayak wajah saya yang juga terasa pas2an. Namun meski begitu saya tetap semangat buat menulis blog. Mbak juga tetap semangat yach…

    1. fiankh says: Reply

      Hi Mas Dwi, semangat terus nge-vlog-nya yah, pasti bisaaaa 🙂

  3. Aduh, aku itu pengen bikin Vlog, tapi maintain dua blog udah keteteran hahaha..
    Salam kenal Mba, aku sukaaa tampilan blog Mba 🙂

    1. Aduh, dikomen Mbak Tesya itu sesuatuuuk 🙂 Thanks sudah mampir, mbak, thank you complement-nya, *tambahmelayang.

Leave a Reply