Ketika pabrik ASI Wikan harus traveling Jakarta-Bangkok

pengalaman-membawa-asip-dari-luar-negeri_wikan_ibudanbaju-com

Ketika Wikan 15 bulan, inilah pertama kalinya saya tidak tidur bersamanya, demi mengemban tugas ke Bangkok.

Panik? Jelas. Wikan belum pernah saya tinggal. Bagaimana nanti kalau Wikan tidak bisa tidur? Waktu saya pergi me time sebentar saja Wikan sudah menangis tak berhenti diasuh bapaknya. Kan gawat karena tidak mungkin bolak balik seharian.

Dan yang paling bikin gusar adalah, bagaimana pumpingnya nanti? Bagaimana membawa ASIPnya ke Jakarta nanti?

Akhirnya dengan segala kegalauan hati saya pun berangkat. Karena meeting hanya satu hari, saya pun meminta langsung kembali esok harinya supaya cepat-cepat bertemu Wikan. Jadi total bepergian hanya dua hari saja. Jangan ditanya rasanya punggung ini hampir encok karena non-stop perjalanan dan meeting.

Segala perlengkapan tempur untuk pumping saya bawa. Nggak ketinggalan print foto Wikan yang lucu-lucu untuk mancing LDR (let-down reflex), meskipun ada juga di handphone tapi saya lebih suka membawa yang versi cetaknya.

Selain foto, perlengkapan di bawah inilah yang saya bawa untuk mengumpulkan ASIP:

  • Cooler bag, cukup untuk melakukan perjalanan selama dua hari. Jika lebih dari tiga hari sebaiknya membawa juga cooler box.
  • Ice pack dua buah. Plus dry-ice yang dibeli di Bangkok.
  • Kantong plastik khusus ASIP. Saya memilih menggunakan kantong ASIP plastik karena alasan praktis saja dan relatif lebih hemat tempat di cooler bag, dan tidak seberat botol kaca.
  • Selotip/lakban. Untuk mengamankan suhu saat akan pulang dan dimasukkan ke koper jika ASIP tidak mungkin dibawa ke kabin.
  • Spidol permanen. Untuk menuliskan tanggal memompa.
  • Hand sanitizer.

Di hotel yang saya tinggali ada kulkas untuk tempat ASIP sementara sebelum saya taruh di freezer hotel. Tapi karena namanya bekerja, tidak bisa memerah sesuai jadwal, jadi begitu agak selo langsung pumping. Jadi, saya hanya dapat 6 kantong. Rata-rata saya bagi 70-80ml per kantong, karena Wikan memang tidak minum banyak.

DSCF0506.JPG
ASIP Wikan.

Bersyukur teman di Bangkok memiliki pengalaman yang sama saat dia membawa ASIPnya dari Washington keBangkok menggunakan dry ice. Sehingga dia pun menyarankan (bahkan membelikannya) untuk membawa ASIP saya dengan dry ice.

Waktu di bandara Don Mueang menuju Jakarta, saya sempat pumping lagi. Agak deg-degan melewati imigrasi karena saya membawa ASIP ke kabin. Karena dalam peraturan penerbangan internasional tidak diperbolehkan membawa cairan lebih dari 60ml.

Pengalaman teman saya juga, dia pernah harus meninggalkan ASIPnya di Eropa (tidak sebut tepatnya di mana, tapi sekitar tahun 2012). Jika hal ini terjadi maka lakban dan selotip jadi berguna, dan meminta petugas memasukkan ASIP ke bagasi.

Sebelum dimasukkan ke x-ray itu saya bilang ke petugas kalau ini adalah breastmilk, dan lagi-lagi bersyukur karena petugas tidak bertanya-tanya lagi dan ASIP pun selamat sampai ke kabin.

Apakah selamat juga sampai di rumah?

ASIP beku dan dry ice ditambah dua ice pack sudah berada di dalam cooler bag sejak jam 4 sore. Saya sampai di rumah kembali sekitar jam 1 dini hari. Dan ketika saya buka, jeng jeng jeng, yak ASIP masih beku buibu! Dua ice pack sudah mencair entah sejak kapan, dan masih ada sisa dry ice sedikit di dalam cooler bag. Luar biasa si dry ice ini!

Dan rupanya si Wikan itu tenang-tenang saja saya tinggal dua malam. Nggak rewel sama sekali seperti yang saya bayangkan. Nah tau gitu kan saya bisa extend. Rasanya kangen juga solo traveling seperti jaman saya muda dulu :D.

DSCF0537.JPG
Saking waktunya mepet, jadi cuma bisa foto dari dalam taksi saja.

Ah mudah-mudahan ada kesempatan lain kali, atau bisa mengajak Wikan turut serta. Aamiin.

Semoga pengalaman membawa ASIP dari luar negeri ini bisa bermanfaat ya, buibu. Mohon maaf tidak sempat memotret ASIP karena sudah heboh dengan jadwal dan kejar-kejaran dengan deadline. Hiks.

Terima kasih sudah mampir membaca.

Salam cihui,

Fian

3 Comment

  1. pretty says: Reply

    beli dry ice nya dimana?

  2. pretty says: Reply

    di bangkok beli dry ice nya dimana?

    1. Hi mbak, kebetulan kemarin tinggal di Sukhumvit dan beli di supermarket sekitar sana. Bisa ditanya-tanya juga ke orang-orang di sana, mbak.

Leave a Reply