Pengalaman Melahirkan di RSIA Andhika

Beginilah tampang kami ketika IMD

Hello Buibu. Bagi yang penasaran pengalaman melahirkan di RSIA Andhika, Jagakarsa, berikut ini pengalaman saya melahirkan di sana.

Rabu, 22 Oktober, saya mulai mules-mules. Sudah dipesani Dokter Tagor berkali-kali kalau sudah mules-mules jangan khawatir dan panik karena masih panjang waktu persalinannya, bahkan kalau mau melahirkan di Papua pun bisa. Iya keleus, tapi ditolak sama penerbangan pastinya.

Maghrib saya cek saya sudah flek. Saya dan suami pun langsung ke Andhika. Perjalanan dari Ragunan ke Andhika lancar jaya, yang biasanya minta ampun macetnya karena pas jam orang pulang kantor. Di Andhika saya langsung dicek sama bidan, baru pembukaan satu setengah. Saya disuruh memilih: pulang atau stay. Saya pilih stay. Bok, di sini selalu penuh ruangan kelas satu sampai VIP. Jadi waktu itu tinggal satu ruangan kelas satu, langsung saja kami booking.

Baca juga: Horas Andhika!

Saya disuruh jalan-jalan biar pembukaan lagi. Duh ampun deh mulesnya. Tengah malam mulesnya nambah, ngantuknya juga. Saya bolak balik ke kamar mandi untuk pup. Nggak sabar, saya temui bidan lagi untuk cek pembukaan karena mulesnya sudah makin sering. Eh ternyata baru nambah setengah lagi, jadi baru pembukaan dua.

Sampai jam 8 keesokan harinya, pembukaan masih tetap sama. Saya takut jangan-jangan bisa sampe seminggu nih sampai pembukaan sepuluh. Karena ada kasus seperti itu.

Desperate, saya tanya bidan apa yang harus saya lakukan selain jalan-jalan untuk nambah pembukaan. Bidan bilang, kalau kontraksi jongkok. Ok fine. I did that. Kontraksi, jongkok. Kontraksi, jongkok. Jam 11 langsung pembukaan tujuh! Finally saya langsung dibawa ke ruang bersalin. Ditemani bidan saya dipandu untuk bisa cepat pembukaan lagi.

Jam 1.30 siang sudah pembukaan sembilan. Bidan Hajah Sri Fatmah sudah siap untuk membantu Bumbum lahir. Meskipun saya dibimbing Dokter Tagor selama hamil, tapi saya ingin melahirkan dibantu bidan saja. Alasannya, karena memang pingin dengan bidan Sri Fatmah.

Saya pikir kalau sudah pembukaan sembilan akan mudah ke pembukaan sepuluh. Rupanya nggak juga. Saya pun disuruh jongkok lagi ketika kontraksi, padahal sakitnya ampun-ampunan. Akhirnya jam 2.30 dinyatakan siap ngeden. Yak, tarik nafas, ngeden. Tarik nafas, ngeden.

23 Oktober 2014, bertepatan dengan adzan Ashar, Bumbum pun lahir. Alhamdulillah.

Bumbum, puteri kecil cantik kami lahir ke dunia. Bidan langsung menyedot cairan dari kerongkongan Bumbum untuk membuatnya menangis. Setelah itu, langsung diletakkan di dada saya untuk IMD. Ya, salah satu alasan saya melahirkan di Andhika karena RSIA ini pro IMD πŸ™‚

Bumbum mencoba mencari-cari sumber makanannya. Eh, dia malah kelewatan. Tapi para bidan kayaknya udah nggak sabar atau kasihan melihat Bumbum mulai kedingingan. Jadi IMDnya hanya berlangsung 45 menit dan Bumbum belum sempat menemukan puting saya. Hiks. Tapi tak apalah, karena ketika dia di dada saya, dia mengalihkan perhatian saya dari rasa sakit saat Bidan Fatmah menjahit. Eheh!

Selesai IMD dan jahit menjahit, Bumbum dibawa ke ruang bayi diikuti Ketut untuk dicek berat badan, panjang badan, cap kaki, diberi Vitamin K dan vaksin Hepatitis B. Alhamdulillah semuanya normal. Sementara itu saya disuruh beristirahat selama 6 jam.

Jam 9 malam, barulah Bumbum dibawa ke ruangan saya. Bidan langsung mengajarkan saya untuk menyusui. Dan sejak itu mulailah heboh plus menyenangkan dunia kami…

20150102_002656

I am the happiest woman in the world!

 

Ps.Β Ini adalah rincian biaya persalinan normal kelas satu di RSIA Andika, Jagakarsa, sejak saya masuk 22 Oktober 2014 dan keluar 25 Oktober 2014.

  1. Tindakan medis (persalinan dengan Bidan Hj. Sri Fatmah, biaya konseling dan jasa bidan) Rp. 2,840,000
  2. Obat paket persalinan normal kelas satu Rp. 366,000
  3. Biaya obat-obatan lain Rp. 475,000
  4. Vaksin bayi dan buku KMS Rp. 73,000

Total: Rp. 3,754,000

Biaya tersebut adalah biaya persalinan normal kelas satu tanpa cek laboratorium dan pembuatan akte. Fasilitas lain yang diberikan Andhika pada saya adalah foto keluarga dan pengantaran sampai di rumah saya di Ragunan.Β Five stars for Andhika πŸ™‚

4 Comment

  1. maidah sayektiani says: Reply

    mba mohon ijin copas artikelnya, buat bahan presentasi saya kerja boleh??
    nanti bakal saya cantumin juga alamat web mbanya… makasih mba sebelumnya

    1. Hi mbak Maidah, terima kasih sudah mampir di theketuts. Silakan, mbak jika memang artikelnya bermanfaat beserta sumbernya πŸ™‚ Sukses presentasinya. Salam, Fian

  2. Lita says: Reply

    Enjoy reading your article, Mba! Memang bener dirimu seorang jurnalis handal, storytellingnya seger dan bermanfaat. Keep sharing Mba πŸ˜€

    1. Eeeeh, dibaca dek Lita X_X, duh jadi maluuu. Thank you sudah mampir ya, Lita πŸ™‚

Leave a Reply