Kontrol di KMC

Bumbum menarik semua perhatian saya. Mulai dari makanan, kesehatan, hingga saya sangat picky dengan obgyn. Banyak teman yang merekomendasikan saya untuk kontrol di Kemang Medical Care (KMC) karena obgynnya pro-ASI, pro melahirkan normal, pro IMD, dan pro pro lainnya. Yang mendengar ceritanya saja saya sudah mulai tertarik. Lebih enaknya lagi karena klinik ini dekat dengan rumah.

Oke, akhirnya kami memutuskan ke KMC untuk memastikan bahwa Bumbum benar-benar ada dalam perut saya, sekaligus konsultasi apakah hamil muda boleh melakukan perjalanan dengan pesawat. Di cerita sebelumnya saya cek ke dokter untuk pastikan saya boleh terbang ke Vietnam. Nah di sinilah kami kontrol.

Kami pun bertemu dengan obgyn senior KMC, padahal saya sendiri naksir untuk kontrol dengan Dokter Dyah karena sebelum hamil kami sempat berkonsultasi dengan beliau. Dokter Dyah agak galak, namun logis dan humoris. Banyak hal yang saya sepakat dengan beliau misalnya ibu hamil tidak perlu minum susu hamil, cukup dengan makan makanan bergizi saja. Dan beliau bilang kuncinya bumil adalah BAHAGIA. Titik.

Ternyata, susah sekali membuat appointment dengan Dokter Dyah ini. Laris banget! Saya yang murid baru KMC selalu kehabisan tempat. Akhirnya kami pun pindah ke Dokter Shirley untuk kontrol bulan berikutnya yang masih satu aliran dengan Dokter Dyah. Saya dan suami langsung cocok juga dengan beliau ini. Tapi, memang ya, kalau ada dokter asyik sedikit langsung deh appointmentnya selalu padat merayap.

Desperate? Nggak. Saya pun coba dokter lainnya yang lebih longgar dan sering jadwalnya di KMC. Akhirnya pilihan kami jatuh ke Dokter Ridwan setelah saya bodo amat kontrol dengan dokter cowok. Kunjungan pertama dengan beliau kami berdua langsung cocok. Dokter Ridwan sabar sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, bahkan ketika itu sudah jam 10 malam (kami pasien terakhir), dan beliau baru saja membantu lahiran, tetapi beliau tetap tampak prima.

Yang paling mengesankan, beliau ini langsung ingat dengan kami dan kondisi saya pada bulan kontrol berikutnya meskipun baru sekali kontrol. Di Dokter Dyah saya sempat kontrol dua kali, tetapi beliau kayaknya lupa dengan kami, heheh.

Dokter Ridwan juga sangat detail. Ketika memasuki usia kandungan 6 bulan, beliau melakukan screening, dari ujung kepala Bumbum, sampai ujung kaki Bumbum. Tujuan screening, semisal ada kelainan di janin (semoga tidak ada), langsung disiapkan dokter spesialisnya ketika melahirkan.

Kami seneeeeng banget karena bisa lamaaa sekali ketemu Bumbum. Alhamdulillah Bumbum sehat-sehat, tidak kurang suatu apapun. Kami pun tambah senang.

Kami kontrol dengan Dokter Ridwan hanya sampai di bulan ke tujuh. Saya sih sebenarnya fanatik dengan RSIA KMC ini, tapi apalah daya uangnya jauh dari fanatik kalau terus-terusan di sini.

Teman saya yang melahirkan pada April 2014 menghabiskan 31juta di KMC untuk kelahiran sesar, dan untuk normal sekitar 16-25juta. Heheh, saya hanya bisa menelan ludah. Akhirnya saya ucapkan bye bye KMC dan Dokter Ridwan, hiks hiks….

Ps. Untuk kontrol tahun 2014, biaya Obgyn Rp. 300.000 dan USG Rp. 160.000, belum termasuk vitamin. Saya pernah menghabiskan sekitar Rp. 700.000 -800.000 untuk biaya obgyn, USG, dan vitamin di KMC. Untuk laboratorium saya lebih memilih di Prodia yang lebih terjangkau 🙂

Leave a Reply